Tidak ada yang merasa asing dengan nama yang satu ini. Charles Darwin menjadi tokoh yang sangat sering kita dengar namanya, terutama saat masih duduk di bangku sekolah. Dia lah sosok fenomenal yang mempopulerkan teori evolusi. Siapakah sebenarnya si Charles Darwin ini? Mari mengenal sedikit tentang sosoknya melalui penjelasan biografi Charles Darwin Berikut ini.

Darwin mempunyai nama lengkap Charles Robert Darwin. Ia lahir di sebuah kota kecil di The Mount, Shrewsbury, shropshire, Inggris pada 12 Februari 1809. Kemudian ia meninggal pada 19 April 1882 di Rumah Down, Kent, Inggris. Dengan begitu, ia telah hidup di dunia selama 73 tahun. Dalam kurun waktu tersebut, penelitiannya telah banyak membantu kemajuan teknologi sekarang. Di sekolah-sekolah umum, setiap siswa pasti mempelajari teori Evolusi yang Darwin Ciptakan.

Darwin dikenal sebagai seorang naturalis dan ahli geologi di Inggris. Teori yang paling dikenak adalah teori evolusi. Dari teori tersebut, dia mengemukakan bahwa semua spesies yang ada di sunia telah hidup dari waktu ke waktu bersama nenek moyang mereka. Kemudian dalam teori publikasinya bersama Alfred Russel Wallace, ia juga memperkenalkan sebuah teori ilmiah yang menyatakan bahwa percabangan evolusi itu dihasilkan dari proses seleksi alam. Seleksi alam sendiri adalah perjuangan setiap spesies untuk menjaga eksistensinya di semesta. Perjuangan untuk eksistensi ini kemudian punya efek sama seperti seleksi buatan untuk melakukan pemulihan secara selektif.

Sama seperti penemuan-penemuan bersejarah lainnya, teori evolusi yang telah diterbitkan pada tahun 1859 dengan judul On the Origin of Species juga tidak didukung oleh masyarakat terutama oleh pemain judi http://citibetqq.com Mereka menganggap bahwa Darwin hanya berasumsi saja tanpa memberikan bukti nyata. Setelah beberapa tahun berlalu, yaitu pada 1870-an, komunitas ilmiahn dan msyarakat umum telah menerima teori evolusi Darwin sebagai fakta. Kemudian teori Darwin dimodiifikasi oleh ahli-ahli lainnya. Teori evolusi dalam bentuk modifikasi ini menjadi teori pemersatu ilmu kehidupan. Sebagai teori baru, betapa pun canggihnya, awalnya selalu perlu waktu cukup lama hingga diterima oleh masyarakat termasuk teori Darwin.

Lima Fakta Mencengangkan Tentang Charles Darwin

westminster abbey

Siapa sih yang tak kenal dengan sosok Charles Darwin? Ia adalah salah satu ilmuwan paling terkemuka yang namanya dikenal hampir semua umat manusia di Bumi. Ketenarannya tersebut dipengaruhi oleh karyanya. Dia lah yang mengatakan bahwa nenek moyang manusia adalah kera. Teori yang fenomenal tersebut tentu mengundang pro dan kontra. Teori tersebut pun banyak dikembangkan oleh ilmuwan-ilmuwan lainnya. Di samping teori evolusinya yang sangat fenomenal, Darwin juga punya beberapa fakta unik yang cukup mencengangkan. Ini dia fakta paling mencengangkan dari sosk Charles Darwin. Simak informasinya yang sudah dirangkum oleh http://www.speedbet88.net dalam poin-poin berikut ini.

Bukunya Bernilai Ratusan Juta Rupiah

Sekitar 1.250 eksemplar buku berjudul The Origin of Species karya Charles Darwin dicetak ulang. Buku tersebut berhasil dijual masing-masing dengan harga 15 shilling (mata uang jaman dahulu). Sekarang ini, satu buku tersebut nilainya bisa mencapai US $ 23.000 atau senilai dengan Rp 304 juta. Sangat mengagumkan bukan?

Pernah Berniat Menjadi Pendeta

Sebelum ekspedisi bersama kapal HMS Beagle, Darwin sudah memutuskan untuk menjadi pendeta dan hidup tenang sebagai pelayan Tuhan. Sebelum memutuskan fokus menjadi naturalis, Darwin sempat mempelajari ilmu Ketuhanan. Ia pun memutuskan untuk menjadi pendeta. Akan tetapi, keputusan tersebut berhasil dialihkan karena adanya tawaran menarik dari professornya. Ia pun ditawari kesempatan yang sangat langka untuk menjelajahi Amerika Selatan bersama Kapten Robert FitzRoy.

Dimakamkan di Westminster Abbey

Westminster Abbey adalah sebuah gereja yang dijadikan sebagai penobatan raja dan ratu. Gereja tersebut juga dijadikan tempat peristirahatan terakhir kaum bangsawan. Karena menjadi salah satu tokoh ilmuwan yang paling berpengaruh di dalam sejarah manusia, ia pun mendapatkan kehormatan dimakamkan di gereja tersebut. Ketika menghembuskan nafas terakhirnya pada 19 April 1882, Darwin dimakamkan di Westminster Abbey.

Kalimat “Survival of The Fittest” Bukan dari Darwin

Selama hidupnya, Darwin tidak pernah mencetuskan kalimat “Survival of The Fittest” atau yang kuatlah yang akan menang, seperti yang biasa kita dengar dalam konsep seleksi alam. Pemikiran tersebut adalah pernyataan dari ilmuwan lain, Herbert Spencer yang mendapatkan pengaruh dari Charles Darwin.

Buku Terakhir Darwin Membahas tentang Cacing Tanah

Tak hanya meneliti tentang teori evolusi saja, buku terakhirnya juga membahas tentang cacing tanah. Darwin melakukan banyak penelitian dengan objek cacing tanah, termasuk apa efeknya pada tanah.

Itulah beberapa fakta mencengangkan yang jarang diketahui oleh publik terkait sosok Charles Darwin. Keberhasilannya dalam menemukan teori evolusi membuatnya menjadi ilmuwan terpandang di Britania Raya. Selain dimakamkan di gereja negara, hari kematiannya juga diperingati sebagai Darwin Day. Begitulah sosok Charles Darwin yang berhasil mengispirasi banyak orang di seluruh penjuru dunia.

Ahli Goelogis Darwin

Mengulas Biografi Ahli Goelogis Darwin dan Teori Evolusinya

Darwin adalah seorang ahli geologis berasal dari Inggris yang memiliki nama lengkap Chales Robert Darwin. Oleh kita sering meyebutnya Darwin sang Teori Evolusi. Jika kita megulik biografi Darwin maka sebenarnya banyak yang belum kita tahu. Disini akan ulas secara singkat biografi dan teori evolusinya yang terkenal. Charles Robert Darwin lahir pada 12 Februari 1809 di Inggris dan meninggal pada usianya yang mencapai 73 tahun pada 19 April 1882. Seorang ahli geologis yang berkewarganegaraan Inggris ini memiliki riawayat pendidikan tinggi di University of Edinburgh Medical School Christ Collage, Cambridge di Universitas Cambridge.

Sejak adanya teori yang dicetuskannya yaitu teori evolusi melalui seleksi alam itu Charles Darwin dikenal di dunia dan hingga teorinya dipelajari oleh hampir seluruh murid dan pemain poker http://multipoker88.com di dunia. Pada awalnya Darwin memang tertarik untuk mempelajari invertebrate laut yang pad akhirnya mendorong Darwin untuk mendalami ilmu alam. Di awal penelitiannya Darwin melakukan perjalanan untuk menjelajahi dunia selama 5 tahun. Dalam perjalanan 5 tahun tersebut ia menulis ilmu tentang geologi dan ia menemukan transmutasi spesies yang ia sendiri mengistilahkan teori perubahan spesies. Awal perjalanannya itu lah ia akhirnya mendalami perannya sebagai ahli geologis.

Teori Darwin atau teori evolusi yang sudah dikenal oleh orang di seluruh dunia berpendapat bahwa manusia berevolusi dari kera/monyet. Dalam teori ini semua manusia memiliki nenek moyang yaitu kera, kera berevolusi menjadi manusia modern. Namun perubahan tersebut secara bertahap dari tahun ke tahun mengalami perbaikan biologis sehingga akhirnya menjadi manusia modern sampai sekarang. Ia juga membuktikan bahwa DNA kera memiliki kemiripan dengan DNA manusia. Pada awalnya ia melakukan penelitian melalui kerangka kera yang dicari kesamaannya dengan manusia. Menurut Darwin seleksi alam dapat terjadi pada anggota populasi dengan yang sesuai sifatnya maka aka bereproduksi dan akhirnya akan mendominasi.

Kemunculan teori Darwin ini tidak semua menerima dengan baik, ia juga mendapatan penolakan atas buktinya yang masih terjadi kecacatan. Beberapa orang penganut agama samawi menolak teori Darwin karena tidak berdasar dan kurang masuk akal. Mereka merasa Darwin hanya seolah menghubung-hubungkan penelitiannya pada kera dengan manusia. Tidak hanya menciptakan Teori Darwin, namun ia juga menerbitkan bukti kuat dalam bukunya On the Origin Species untuk menjawab penolakan-penolakan teorinya. Orang-orang beragama samawi ini menganut bahwa manusia diciptakan oleh Tuhan tanpa adanya proses evolusi

Ada beberapa poin yang bisa disimpulkan dari teori Darwin. Pertama spesies mampu menghasilkan keturunan yang banyak karenda dapat meyesuaikan dengan lingkungan. Kedua, adanya sumber daya yang terbatas di bumi membuat spesies di bumi berlomba-lomba untuk bertahan hidup dan terjadilah seleksi alam. Ketiga, adanya variasi pada makhluk hidup sehingga tidak ada yang sama persis di dunia ini. Proses tersebut terjadi dari generasi ke generasi.

Dalam teorinya Darwin menjelaskan bahwa terjadinya evolusi karena seleksi alam. Hal ini karena terdapat fenotipe dan genotype. Maka ada tiga kemungkinan seleksi alam yang mempengaruhi populasi yaitu seleksi stabilisasi, terarah dan seleksi memecah belah. Karena penemuan teori evolusinya Darwin sangat dikenal oleh http://speedbet88.co dan menjadi tokoh yang sangat berpengaruh bagi perkembangan sejarah manusia. Tulisan-tulisan yang ditulis oleh Darwin revolusi dari ilmu antropolgi dan biologi. Biografi dan sejarah berkembangnya teori Darwin masih banyak lagi yang bisa anda pelajari. Secara singkat anda bisa memahami dari ulasan di atas.

Mengenal Charles Darwin dan Teorinya Tentang Asal Usul Manusia

Salah satu ilmuan yang begitu menggemparkan dengan temuannya yaitu Charles Darwin. Pria yang memiliki nama lengkap Charles Robert Darwin ini merupakan seorang ahli dalam bidang biologi, ekologi dan geologi Inggris. Selain itu, Darwin juga dikenal sebagai seorang peneliti alam, penyelidik, pengarang dan penemu teori evolusi. Penemuannya tentang asal usul manusia bisa dibilang sebagai penemuan yang sanggat menggemparkan di dunia. Hal ini karena teori tersebut banyak diragukan oleh para ilmuan yang lain ataupun member dari agen bola terpercaya. Dalam bukunya dengan berjudul The Descent of Man yang diterbitkan pada tahun 1871, Charles Darwin menyebutkan teorinya yang cukup terkenal dalam kehidupan manusia. Darwin memiliki pendapat jika manusia itu berasal dari kera.

Nenek moyang dari manusia yang merupakan kera berevolusi menjadi sosok manusia modern yang dapat dilihat seperti saat ini. Para pendukung Darwin menganggap jika semua manusia berasal dari nenek moyang yang sama. Secara kasar dapat dikatakan jika teori ini menyebutkan bahwa nenek moyang dari manusia merupakan kera. Awal dari kesimpulan tersebut didasarkan pada berbagai penemuan manusia purba yang juga termasuk kera purba dan juga tulang belulang dari seekor hewan. Dalam teorinya Darwin menyebutkan jika secara bertahap kera mengalami yang disebut sebagai perbaikan biologis dalam waktu berjuta-juta tahun sehingga dapat menjadi seorang manusia.

Teori Charles Darwin banyak berbicara tentang bagaimana asal usul dari manusia untuk pertama kali. Penelitian yang cukup fenomenal dari teori evolusi atau asal usul manusia yang dicetuskan oleh Charles Darwin dimulai pada abad ke-19. Teori evolusi seorang Darwin mampu mencetuskan suatu kerangka berpikir yang baru yaitu jika takson itu tidaklah statis, tetapi dinamis. Selain itu juga melewati masa yang cukup panjang dan juga yang paling fenomenal yaitu dikatakan jika semua makhlus hidup itu berkerabat. Pada bukunya yang berjudul The Origin of Species atau Asal Usul Manusia, Darwin menyatakan teori jika spesies yang saat ini hidup berasal dari berbagai spesies yang telah hisup pada masa lampau dan kemudian terjadi dari adanya seleksi alam.

Menurut teori Darwin, asal usul manusia merupakan kondisi evolusi manusia yang berawal dari Australopithecus melalui Homo erectus menuju Homo sapiens. Dalam hal ini yang berperan dalam Australopithecus yaitu Australopithecus africanus, dan juga melalui Australopithecus habilis yang sering disebut dengan Homo habilis. Diantara Homo erectus dan juga Homo sapiens terdapat adanya Homo neaderthalensis. Manusia purba dengan Homo Sapiens memiliki ciri sebagai berikut:

1) memiliki tulang kening yang menonjol kedepan,

2) memiliki rongga otak yang lebih besar dari Homo neaderthalensis,

3) memiliki tulang rahang bagian bawah yang lurus ke belakang sehingga membuatnya tidak berdagu. Itulah mengapa dalam teori evolusi Darwin, homo sapiens dianggap sebagai jenis yang sempurna. Selain itu, golongan Homo Sapiens ini juga yang dianggpa sebagai nenek moyang manusia yang kemudian menyebar ke seluruh wilayah yang ada di bumi.

Berdasarkan penemuannya tentang teori evolusi atau asal usul manusia, Darwin dikenal sebagai seorang tokoh yang begitu berpengaruh pada perkembangan sejarah manusia. Bahkan berbagai karya atau buku yang ditulis oleh Darwin cukup terkenal hingga saat ini sampai juga ke agen sbobet. Mulai dari karyanya tentang revolusi ilmu biologi, ilmu antropologi serta ilmu lain yang berkaitan tentang manusia. Inilah mengapa banyak sekali yang tertarik mengenal Darwin dengan membaca biografinya beserta dengan teori yang ditemukan.

Lima Fakta Unik Tentang Charles Darwin

Hampir semua umat bumi mengetahui sosok Charles Darwin. Dia adalah sosok yang disebut-sebut sebagai Bapak Teori Evolusi. Semua orang melihat sosok ini sebagai sosok yang sempurna dan sangat cerdas berkat teorinya. Ternyata, seorang ahli yang menganggap bahwa manusia adalah evolusi dari Kera ini ternyata mempunyai fakta-fakta unik yang jarang diketahui oleh publik. Siapakah sebenarnya sosok cendekiawan yang satu ini? Mari kita mengenal sosok Charles Darwin dari fakta unik tentang dirinya berikut ini.

Darwin Memakan Semua Hewan yang Ditemukan

Ketika kuliah di Cambridge University, Ia bergabung dengan sebuah klub bernama “Gourmet Club”. Klub ini mengadakan pertemuan setiap seminggu sekali dengan agenda mencoba kuliner ekstrem. Biasanya, menu-menu yang disajikan adalah hewan unik yang jarang ditemukan, seperti burung bangau. Bahkan, Darwin juga pernah memakan burung hantu yang menurutnya rasanya sangat unik dan tak bisa dilukiskan dengan kata-kata.

Kecenderungan untuk mengonsumsi binatang-binatang aneh ini dibawa sampai ia melakukan pelayaran. Tanpa ragu, Darwin mengonsumsi agoutis dan armadilo yang merupakah hewan sejenis tikus. Lagi-lagi, Darwin berkomentar bahwa rasanya sangat enak. Ketika di Potagonia, Amerika Selatan, Darwin juga tanpa ragu memakan burung unta dan puma. Di Galapagos, ia memakan kura-kura raksasa dan iguana.

Semasa Kecil Ingin Menjadi Dokter

Pada masa kecil, Charles Darwin sebenarnya bercita-cita menjadi dokter. Orangtuanya adalah dokter terkenal dan kaya raya pada masanya. Darwin juga pernah kuliah di Universitas Edinburgh dengan jurusan Pendidikan Kedokteran. Akan tetapi, karena Darwin tak kuat melihat darah, keinginan menjadi dokter tersebut ia kubur. Kemudian ia memutuskan belajar tentang ketuhanan meski ia punya ketertarikan menjadi seorang naturalist.

Diremehkan karena Bentuk Hidung

Pada waktu itu, ilmu ramal meramal masih sangat dipercaya di kalangan masyarakat. Sebelum berhasil berlayar bersama kapal HMS Beagle, Darwin sempat diremehkan karena bentuk hidungnya. Menurut sang professor, bentuk hidung Darwin menggambarkan ketidakmampuannya dalam perjalanan jauh. Akan tetapi, pada akhirnya toh ia berangkat juga.

Dihadiahi Gunung sebagai Kado Ulang Tahun

Saat melakukan ekspedisi bersama Kapten FitzRoy, Darwin mendapatkan haidah ulang tahun yang unik, yaitu sebuah gunung. Hadiah ulang tahun ke-25 tersebut saat menyinggahi daerah Tierra del Fuego tepat pada 12 Februari 1834. Sang kapten pun menamai gunung tertinggi di daerah tersebut dengan namanya. Tak hanya di daerah tersebut, nama Darwin juga dipakai untuk nama gunung yang berada di daerah Tasmania, Antartika, dan California.

Menikahi Sepupunya Sendiri
Charles Darwin akhirnya mantap menikahi sepupunya sendiri. Sebelum itu, dia membuat daftar hal-hal negatif dan positif secara detail jika ia menikahi perempuan bernama Emma Wedgwood yang merupakan sepupunya sendiri. Fakta tersebut tentu saja cukup mengejutkan bagi penggemar Darwin yang sering mengunjungi http://homebet88.co karena pernikahan sedarah masih tetap merupakan hal yang tabu di masyarakat Indonesia.

Seperti Apa Darwin Itu?

Generasi jaman old jaman now jika menggunakan istilah yang sedang kekinian sekarang pasti sudah tidak asing lagi mengenai Darwin dan teori evolusinya yang sempat mencengangkan dunia. Meskipun hingga sekarang ini belum ada yang mampu membuktikan bahwa teori Darwin ini benar tetapi teori ini tetap tertanam dan diajarkan kepada siswa-siswa sekolah. Ilmuan yang memiliki nama lengkap Charles Robert Darwin yang akrab dikenal dengan nama Darwin ini sangat terkenal di dunia terutama karena keanehan teorinya yang memang sangat mengejutkan masyarakat dunia yaitu bahwa manusia itu berasal dari kera.

Darwin adalah sosok yang dianggap ahli di berbagai bidang seperti biologi, geologi dan juga ekologi. Pria kelahiran inggris tahun 1809 sangat menyukai bidang penyelidikan dan juga penelitian alam. Selain itu ia adalah seorang naturalis dan teorinya kini dijadikan ilmu hayat dalam bidang biologi. Darwin juga mengarungi lautan untuk melakukan perjalanan ke seluruh dunia untuk memperkuat penelitiannya tentang alam sehingga ia dapat menghasilkan banyak temuan yang ia sajikan berupa tulisan yang bermanfaat bagi dunia karena memperkaya ilmu pengetahuan sehingga ia menjadi penulis yang tersohor di seluruh dunia. Hal ini membuat member-member di http://multibet88.co sangat tertarik terhadap dirinya.

Menjadi peneliti memang selalu menjalani perjalanan dan proses yang berat sehingga hal ini hanya dapat dilakukan oleh orang yang tidak hanya memiliki kemampuan diatas rata-rata tetapi juga tangguh dalam menghadapi penolakan, ketidakpercayaan dari masyarakat. Padahal banyak sekali peneliti yang tulus mengabdikan dan menyumbangkan seluruh kemampuannya untuk masa depan dunia. Tetapi terkadang masyarakat terlebih pemerintah banyak juga yang bisa menjadi penghalang terlebih lagi jika sudah terkontaminasi dengan politik pasti akan sangat rumit sekali bagi dunia peneliti.

Bahkan tidak jarang peneliti yang dihukum mati karena dianggap penemuan atau gagasannya sesat dan yang lainnya. Belum lagi yang tidak kalah bahaya adalah banyak sekali orang-orang tidak bertanggung jawab yang selalu mengincar orang-orang jenius dan memanfaatkannya untuk kepentingan pribadi. Oleh karena itu Darwin lebih memilih untuk menyampaikan hasil temuannya hanya kepada teman-teman terdekatnya. Tetapi Darwin tetap saja melanjutkan penelitiannya meskipun ia menyadari bahwa aka nada berbagai pihak yang keberatan akan hasilnya tetapi salah satu rekannya juga menemukan teori yang mirip sehingga mereka menerbitkan temuan mereka.

Yang tidak kalah terkenal adalah ekspedisi kapal beagle oleh Darwin guna untuk melakukan penyelidikan keadaan pantai dan daerah laut ketika ia masih berusia 22 tahun. Untuk para ilmuan seperti Darwin ini memang sangat perlu untuk diabadikan di buku-buku ilmu pengetahuan supaya kita semua dapat mengenang jasa-jasanya karena mereka telah bersedia untuk menyerahkan hidupnya untuk dunia dengan menghabiskan sebagian besar waktu mereka untuk melakukan penelitian maupun penyelidikan yang akan berguna untuk generasi penerus dan untuk kepentingan masyarakat dunia.

Dengan kapal beagle ini Darwin melakukan perjalanan selama kurang lebih lima tahun hingga mengelilingi sebagian besar lautan dunia. Darwin terus mengembangkan penelitiannya meskipun ia takut akan kritikan dari berbagai pihak sehingga ia melakukannya secara rahasia. Tentu saja hal ini sangat penting untuk mengamankan temuannya supaya tidak menjadi hal yang menyebabkan perpecahan meskipun pada akhirnya teorinya juga dikemukakan di dunia hingga menjadi ilmu pengetahuan yang tetap diteliti hingga sekarang meskipun belum ada yang bisa menemukan kebenaran dari teori ini. Darwin merupakan orang yang perekonomiannya cukup karena dengan kejeniusannya bukannya ia memanfaatkan untuk mengumpulkan pundi-pundi uang tetapi karena kemampuannya ini ia menjadi banyak memperoleh pekerjaan dan memang pastinya orang-orang seperti Darwin ini dibutuhkan banyak orang seperti pemain poker http://citipoker88.com sehingga ia juga perekonomiannya baik karena dapat menghasilkan penghasilan yang tinggi karena kemampuan pribadinya.

Penolakan-Penolakan terhadap Teori Charles Darwin

Tokoh Charles Darwin bukanlah tokoh yang asing di telinga kita. Dia adalah sosok ilmuwan yang disebut-sebut sebagai Bapak Teori Evolusi. Banyak pernghargaan yang berhasil diperolehnya berkat penemuannya tersebut. Teori evolusi disebut-sebut sebagai teori pemersatu ilmu kehidupan. Di dalam teori tersebut, ia menyatakan bahwa bahwa nenek moyang manusia adalah kera. Teori evolusi ini pun selalu menuai pro dan kontra, bahkan sejak pertama kali diperkenalkan ke publik. Sampai hari ini, masih ada beberapa pihak yang menentang teori tersebut. Bentuk-bentuk penolakannya pun bermacam-macam. Beberapa di antaranya terangkum dalam poin-poin berikut.

Teori Evolusi bertentangan dengan Penjelasan Agama

Ilmu pengetahuan dan Agama memang dua hal yang tidak dapat disandingkan. Seringkali penemuan ilmu pengetahuan bertentangan dengan agama-agama yang dipelajari oleh manusia, termasuk berkaitan dengan teori Evolusi yang dicetuskan oleh Darwin. Dalam kitab mana pun, tidak ada yang menjelaskan bahwa nenek moyang manusia adalah kera. Teori ini dianggap sebagai kesesatan. Kaum penentang menganggap bahwa teori evolusi Darwin hanya ilusi seolah-olah Darwin sudah melihat sendiri perkembangan manusia dari awal waktu hingga sekarang. Bagaimana pun, kaum penentang menganggap bahwa ada kehadiran Tuhan dari setiap yang ada di dunia ini. Mereka tidak menyepakati adanya konsep seleksi alam.

Bukan Seleksi Alam, Manusia Diseleksi oleh Hawa Nafsu

Sebagian kaum penentang teori evolusi Charles Darwin mengungkapkan bahwa manusia tidak diseleksi oleh alam, tetapi oleh hawa nafsunya sendiri. Ini sudah menjadi hukum alam. Bagaimana hawa nafsu bisa menyeleksi keberadaan manusia? Menurut kaum penentang, contohnya sudah ada dalam kitab suci di semua agama. Manusia dengan moral jongkok dan angkara murka perlahan-lahan akan disingkirkan karena kejahatannya sendiri. Ia tertimpa karma dari semua kejahatan yang telah dilakukannya. Menurut para penentang, inilah yang dimaksud seleksi alam yang sebenarnya, bukan karena mutasi atau apa pun yang tercantum dalam teori Darwin. Pemikiran idealis dari penentang ini tetap mendapat dukungan dari sebagian besar masyarakat dunia, khususnya para kaum agamawan.

Kera atau Monyet punya Jenisnya Sendiri

Jika manusia adalah bentuk evolusi dari kera atau monyet, mengapa sampai sekarang keberadaan kera dan monyet sendiri masih ada? Pertanyaan ini pun menjadi salah satu pertanyaan yang paling sering dilontarkan oleh penentang teori Darwin. Apa pun alasannya, mereka tetap menolak mengakui bahwa kera atau monyet adalah nenek moyang manusia. Dalam hal apa pun, manusia jelas lebih tinggi derajatnya dari makhluk apa pun di dunia ini.

Itulah tiga bentuk penolakan yang sering dilontarkan oleh para penentang teori Darwin. Bagaimana menurut Anda sendiri? Apakah Anda sepakat dengan Darwin atau sebaliknya? Apa pun jawabannya, setiap ilmuwan berhak mendapatkan apresiasi atas karyanya.

4 Fakta Menarik Charles Darwin saat Ekspedisi di Garis Pantai Amerika Selatan

Sebelum berhasil menemukan teori evolusi yang fenomenal hingga sekarang, Charles Darwin bersama kapal Beagle menyusuri garis pantai Amerika Selatan selama 5 tahun. Dari perjalanan tersebutlah Darwin menemukan banyak fosil makhluk hidup. Kemudian di menelitinya dan merangkum teori. Selama perjalanannya berlayar menyusuri Amerika Selatan, ia sering membaca buku karangan Charles Lyell, John Herschel, dan Alexander von Humboldt. Merekalah yang mempengaruhi karyanya. Selama ekspedisi ini, ternyata ada banyak fakta-fakta menarik yang belum banyak diketahui oleh masyarakat. Berikut adalah fakta menraik dari Charles Darwin saat melakukan ekspedisi bersama Kapal Beagle.

Tidak Mendapat Izin dari Sang Ayah
Kapten HMS Beagle, Robert FitzRoy, memilih Darwin untuk mendampingi ekspedisinya menyusuri Amerika Selatan. Akan tetapi, ayah Darwin, Robert Darwin, menolaknya. Robert Darwin beranggapan bahwa ekspedisi itu hanya pemborosan waktu saja. Akan tetapi, berkat bujukan dari Josiah Wedgwood II, akhirnya ayahnya menyetujuinya.

Menjadi Pendamping Kapten tanpa Dibayar
Berdasarkan rekomendasi dari Pendeta John Stevens Henslow, kapten Robert Fitzroy merekrut Darwin sebagai pendamping tanpa bayaran. Darwin langsung menyetujuinya karena ia punya tujuan lain untuk melakukan penelitian geologis di Amerika Selatan.

Rencana Ekspedisi Awal hanya 2 tahun
Rencananya, ekspedisi bersama HMS Beagle ini direncanakan hanya 2 tahun. Akan tetapi, karena berbagai kendala, ekspedisi ini baru selesai setelah 5 tahun perjalanannya menyusuri Amerika Selatan.

Sering Mabuk Laut
Meskipun sudah sering berlayar, Charles Darwin masih sering menderita penyakit mabuk laut. Hal ini terus dialaminya selama ekspedisi tersebut.

Itulah fakta-fakta unik yang dibuat oleh salah satu bettor http://bengkelbola.org selama Darwin berlayar bersama HMW Beagle. Mengabdikan diri sebagai seseorang yang selalu ingin tahu dengan dunia luar, terutama dunia geologis menuntut Darwin untuk pantang menyerah. Tentu ada banyak kendala selama ekspedisi tersebut, terutama karena kesehatan Darwin tidak sebagus orang pada umumnya. Ia dikenal sebagai orang yang sering sakit-sakitan, apalagi jika menanggapi banyak penentangan terkait teori barunya. Meski begitu, ia tak pernah menyerah. Sampai hari ini, terbukti teorinya memang sangat bermanfaat. Namanya pun masih dikenal hingga sekarang.

Lukisan Charles Darwin

Fakta Menarik Tentang Teori Evolusi Charles Darwin

Siapa yang tidak mengenal sosok ilmuan yang satu ini? Charles Darwin adalah seorang naturalis sekaligus pakar geologi dari Inggris yang namanya dikenal di seluruh Indonesia. Pelajar Indonesia sedikit banyak telah mengenal sosok ini. Melalui teori evolusi yang diciptakannya, Darwin berhasil mematenkan namanya di seluruh penjuru dunia. Bagaimana awal mula tercipta teori evolusi ini? berikut fakta menariknya.

Sebelum dikenal sebagai tokoh geologi, Darwin sebenarnya pernah menempuh pendidikan kedokteran di Universitas Edinburg. Akan tetapi, ia mengabaikan pendidikannya tersebut dan memilih menyelidiki invertebrata laut. Darwin memang sangat senang dengan ilmu-ilmu yang berkaitan dengan alam karena ia adalah seorang naturalis. Setelah itu, ia memulai pelayaran bersama Beagle selama 5 tahun untuk mengetahui asal usul alam semesta. HMS Beagle adalah sebuah kapal layar di dikepalai oleh Robert Fitzroy. Sang kapten sendiri awalnya berniat untuk membuat garis peta di sepanjang pantai Maerika Selatan. Bersama dengan sang kapten, Darwin jadi punya banyak kesempatan untuk mengembangkan kariernya sebagai seorang naturalis.

Sebelum ekspedisi berjalan, ayah Darwin, Robbert Darwin, sempat menentangnya karena dianggap sebagai pemborosan waktu. Namun, pada akhirnya Robert Darwin menyetujui ekspedisi tersebut dan berlayarlah ia ke garis Pantai Amerika. Perjalanan ekspedisi selama 5 tahun ini memberikan perubahan yang besar dan sangat dramatis, khususnya di bidang ilmu-ilmu alam.

Selama pelayaran tersebut, Darwin membaca buku karangan Charles Lyell berjudul Prinsip-Prinsip Geologi. Dalam buku tersebut dijelaskan bahwa penampilan geologis adalah akibat dari proses bertahap selama periode kehidupan yang panjang. Buku tersebut sedikit banyak mempengaruhi teorinya. Setelah sampai di daratan Amerika Selatan, Darwin menemukan fosil mamalia raksasa yang sudah punah. Ia meneliti dan mengidentifikasi setiap fosil yang ia temukan dan membandingkannya dengan yang ada di negara lain. Banyak hal yang telah terjadi selama ekspedisi, termasuk dilanda gempa saat melintasi Chili. Meski sudah cukup lama berlayar, Darwin juga masih sering mengalami mabuk laut. Darwin membuat banyak teori berharga yang sampai sekarang dijadikan sebagai dasar ilmu pengembangan.