Tidak ada yang merasa asing dengan nama yang satu ini. Charles Darwin menjadi tokoh yang sangat sering kita dengar namanya, terutama saat masih duduk di bangku sekolah. Dia lah sosok fenomenal yang mempopulerkan teori evolusi. Siapakah sebenarnya si Charles Darwin ini? Mari mengenal sedikit tentang sosoknya melalui penjelasan biografi Charles Darwin Berikut ini.

Darwin mempunyai nama lengkap Charles Robert Darwin. Ia lahir di sebuah kota kecil di The Mount, Shrewsbury, shropshire, Inggris pada 12 Februari 1809. Kemudian ia meninggal pada 19 April 1882 di Rumah Down, Kent, Inggris. Dengan begitu, ia telah hidup di dunia selama 73 tahun. Dalam kurun waktu tersebut, penelitiannya telah banyak membantu kemajuan teknologi sekarang. Di sekolah-sekolah umum, setiap siswa pasti mempelajari teori Evolusi yang Darwin Ciptakan.

Darwin dikenal sebagai seorang naturalis dan ahli geologi di Inggris. Teori yang paling dikenak adalah teori evolusi. Dari teori tersebut, dia mengemukakan bahwa semua spesies yang ada di sunia telah hidup dari waktu ke waktu bersama nenek moyang mereka. Kemudian dalam teori publikasinya bersama Alfred Russel Wallace, ia juga memperkenalkan sebuah teori ilmiah yang menyatakan bahwa percabangan evolusi itu dihasilkan dari proses seleksi alam. Seleksi alam sendiri adalah perjuangan setiap spesies untuk menjaga eksistensinya di semesta. Perjuangan untuk eksistensi ini kemudian punya efek sama seperti seleksi buatan untuk melakukan pemulihan secara selektif.

Sama seperti penemuan-penemuan bersejarah lainnya, teori evolusi yang telah diterbitkan pada tahun 1859 dengan judul On the Origin of Species juga tidak didukung oleh masyarakat terutama oleh pemain judi http://www.citibet88.biz Mereka menganggap bahwa Darwin hanya berasumsi saja tanpa memberikan bukti nyata. Setelah beberapa tahun berlalu, yaitu pada 1870-an, komunitas ilmiahn dan msyarakat umum telah menerima teori evolusi Darwin sebagai fakta. Kemudian teori Darwin dimodiifikasi oleh ahli-ahli lainnya. Teori evolusi dalam bentuk modifikasi ini menjadi teori pemersatu ilmu kehidupan. Sebagai teori baru, betapa pun canggihnya, awalnya selalu perlu waktu cukup lama hingga diterima oleh masyarakat termasuk teori Darwin.

Lima Fakta Unik Tentang Charles Darwin

Hampir semua umat bumi mengetahui sosok Charles Darwin. Dia adalah sosok yang disebut-sebut sebagai Bapak Teori Evolusi. Semua orang melihat sosok ini sebagai sosok yang sempurna dan sangat cerdas berkat teorinya. Ternyata, seorang ahli yang menganggap bahwa manusia adalah evolusi dari Kera ini ternyata mempunyai fakta-fakta unik yang jarang diketahui oleh publik. Siapakah sebenarnya sosok cendekiawan yang satu ini? Mari kita mengenal sosok Charles Darwin dari fakta unik tentang dirinya berikut ini.

Darwin Memakan Semua Hewan yang Ditemukan

Ketika kuliah di Cambridge University, Ia bergabung dengan sebuah klub bernama “Gourmet Club”. Klub ini mengadakan pertemuan setiap seminggu sekali dengan agenda mencoba kuliner ekstrem. Biasanya, menu-menu yang disajikan adalah hewan unik yang jarang ditemukan, seperti burung bangau. Bahkan, Darwin juga pernah memakan burung hantu yang menurutnya rasanya sangat unik dan tak bisa dilukiskan dengan kata-kata.

Kecenderungan untuk mengonsumsi binatang-binatang aneh ini dibawa sampai ia melakukan pelayaran. Tanpa ragu, Darwin mengonsumsi agoutis dan armadilo yang merupakah hewan sejenis tikus. Lagi-lagi, Darwin berkomentar bahwa rasanya sangat enak. Ketika di Potagonia, Amerika Selatan, Darwin juga tanpa ragu memakan burung unta dan puma. Di Galapagos, ia memakan kura-kura raksasa dan iguana.

Semasa Kecil Ingin Menjadi Dokter

Pada masa kecil, Charles Darwin sebenarnya bercita-cita menjadi dokter. Orangtuanya adalah dokter terkenal dan kaya raya pada masanya. Darwin juga pernah kuliah di Universitas Edinburgh dengan jurusan Pendidikan Kedokteran. Akan tetapi, karena Darwin tak kuat melihat darah, keinginan menjadi dokter tersebut ia kubur. Kemudian ia memutuskan belajar tentang ketuhanan meski ia punya ketertarikan menjadi seorang naturalist.

Diremehkan karena Bentuk Hidung

Pada waktu itu, ilmu ramal meramal masih sangat dipercaya di kalangan masyarakat. Sebelum berhasil berlayar bersama kapal HMS Beagle, Darwin sempat diremehkan karena bentuk hidungnya. Menurut sang professor, bentuk hidung Darwin menggambarkan ketidakmampuannya dalam perjalanan jauh. Akan tetapi, pada akhirnya toh ia berangkat juga.

Dihadiahi Gunung sebagai Kado Ulang Tahun

Saat melakukan ekspedisi bersama Kapten FitzRoy, Darwin mendapatkan haidah ulang tahun yang unik, yaitu sebuah gunung. Hadiah ulang tahun ke-25 tersebut saat menyinggahi daerah Tierra del Fuego tepat pada 12 Februari 1834. Sang kapten pun menamai gunung tertinggi di daerah tersebut dengan namanya. Tak hanya di daerah tersebut, nama Darwin juga dipakai untuk nama gunung yang berada di daerah Tasmania, Antartika, dan California.

Menikahi Sepupunya Sendiri
Charles Darwin akhirnya mantap menikahi sepupunya sendiri. Sebelum itu, dia membuat daftar hal-hal negatif dan positif secara detail jika ia menikahi perempuan bernama Emma Wedgwood yang merupakan sepupunya sendiri. Fakta tersebut tentu saja cukup mengejutkan bagi penggemar Darwin yang sering mengunjungi http://homebet88.co karena pernikahan sedarah masih tetap merupakan hal yang tabu di masyarakat Indonesia.

Seperti Apa Darwin Itu?

Generasi jaman old jaman now jika menggunakan istilah yang sedang kekinian sekarang pasti sudah tidak asing lagi mengenai Darwin dan teori evolusinya yang sempat mencengangkan dunia. Meskipun hingga sekarang ini belum ada yang mampu membuktikan bahwa teori Darwin ini benar tetapi teori ini tetap tertanam dan diajarkan kepada siswa-siswa sekolah. Ilmuan yang memiliki nama lengkap Charles Robert Darwin yang akrab dikenal dengan nama Darwin ini sangat terkenal di dunia terutama karena keanehan teorinya yang memang sangat mengejutkan masyarakat dunia yaitu bahwa manusia itu berasal dari kera.

Darwin adalah sosok yang dianggap ahli di berbagai bidang seperti biologi, geologi dan juga ekologi. Pria kelahiran inggris tahun 1809 sangat menyukai bidang penyelidikan dan juga penelitian alam. Selain itu ia adalah seorang naturalis dan teorinya kini dijadikan ilmu hayat dalam bidang biologi. Darwin juga mengarungi lautan untuk melakukan perjalanan ke seluruh dunia untuk memperkuat penelitiannya tentang alam sehingga ia dapat menghasilkan banyak temuan yang ia sajikan berupa tulisan yang bermanfaat bagi dunia karena memperkaya ilmu pengetahuan sehingga ia menjadi penulis yang tersohor di seluruh dunia. Hal ini membuat member-member di http://multibet88.co sangat tertarik terhadap dirinya.

Menjadi peneliti memang selalu menjalani perjalanan dan proses yang berat sehingga hal ini hanya dapat dilakukan oleh orang yang tidak hanya memiliki kemampuan diatas rata-rata tetapi juga tangguh dalam menghadapi penolakan, ketidakpercayaan dari masyarakat. Padahal banyak sekali peneliti yang tulus mengabdikan dan menyumbangkan seluruh kemampuannya untuk masa depan dunia. Tetapi terkadang masyarakat terlebih pemerintah banyak juga yang bisa menjadi penghalang terlebih lagi jika sudah terkontaminasi dengan politik pasti akan sangat rumit sekali bagi dunia peneliti.

Bahkan tidak jarang peneliti yang dihukum mati karena dianggap penemuan atau gagasannya sesat dan yang lainnya. Belum lagi yang tidak kalah bahaya adalah banyak sekali orang-orang tidak bertanggung jawab yang selalu mengincar orang-orang jenius dan memanfaatkannya untuk kepentingan pribadi. Oleh karena itu Darwin lebih memilih untuk menyampaikan hasil temuannya hanya kepada teman-teman terdekatnya. Tetapi Darwin tetap saja melanjutkan penelitiannya meskipun ia menyadari bahwa aka nada berbagai pihak yang keberatan akan hasilnya tetapi salah satu rekannya juga menemukan teori yang mirip sehingga mereka menerbitkan temuan mereka.

Yang tidak kalah terkenal adalah ekspedisi kapal beagle oleh Darwin guna untuk melakukan penyelidikan keadaan pantai dan daerah laut ketika ia masih berusia 22 tahun. Untuk para ilmuan seperti Darwin ini memang sangat perlu untuk diabadikan di buku-buku ilmu pengetahuan supaya kita semua dapat mengenang jasa-jasanya karena mereka telah bersedia untuk menyerahkan hidupnya untuk dunia dengan menghabiskan sebagian besar waktu mereka untuk melakukan penelitian maupun penyelidikan yang akan berguna untuk generasi penerus dan untuk kepentingan masyarakat dunia.

Dengan kapal beagle ini Darwin melakukan perjalanan selama kurang lebih lima tahun hingga mengelilingi sebagian besar lautan dunia. Darwin terus mengembangkan penelitiannya meskipun ia takut akan kritikan dari berbagai pihak sehingga ia melakukannya secara rahasia. Tentu saja hal ini sangat penting untuk mengamankan temuannya supaya tidak menjadi hal yang menyebabkan perpecahan meskipun pada akhirnya teorinya juga dikemukakan di dunia hingga menjadi ilmu pengetahuan yang tetap diteliti hingga sekarang meskipun belum ada yang bisa menemukan kebenaran dari teori ini. Darwin merupakan orang yang perekonomiannya cukup karena dengan kejeniusannya bukannya ia memanfaatkan untuk mengumpulkan pundi-pundi uang tetapi karena kemampuannya ini ia menjadi banyak memperoleh pekerjaan dan memang pastinya orang-orang seperti Darwin ini dibutuhkan banyak orang seperti pemain poker http://citipoker88.com sehingga ia juga perekonomiannya baik karena dapat menghasilkan penghasilan yang tinggi karena kemampuan pribadinya.

Penolakan-Penolakan terhadap Teori Charles Darwin

Tokoh Charles Darwin bukanlah tokoh yang asing di telinga kita. Dia adalah sosok ilmuwan yang disebut-sebut sebagai Bapak Teori Evolusi. Banyak pernghargaan yang berhasil diperolehnya berkat penemuannya tersebut. Teori evolusi disebut-sebut sebagai teori pemersatu ilmu kehidupan. Di dalam teori tersebut, ia menyatakan bahwa bahwa nenek moyang manusia adalah kera. Teori evolusi ini pun selalu menuai pro dan kontra, bahkan sejak pertama kali diperkenalkan ke publik. Sampai hari ini, masih ada beberapa pihak yang menentang teori tersebut. Bentuk-bentuk penolakannya pun bermacam-macam. Beberapa di antaranya terangkum dalam poin-poin berikut.

Teori Evolusi bertentangan dengan Penjelasan Agama

Ilmu pengetahuan dan Agama memang dua hal yang tidak dapat disandingkan. Seringkali penemuan ilmu pengetahuan bertentangan dengan agama-agama yang dipelajari oleh manusia, termasuk berkaitan dengan teori Evolusi yang dicetuskan oleh Darwin. Dalam kitab mana pun, tidak ada yang menjelaskan bahwa nenek moyang manusia adalah kera. Teori ini dianggap sebagai kesesatan. Kaum penentang menganggap bahwa teori evolusi Darwin hanya ilusi seolah-olah Darwin sudah melihat sendiri perkembangan manusia dari awal waktu hingga sekarang. Bagaimana pun, kaum penentang menganggap bahwa ada kehadiran Tuhan dari setiap yang ada di dunia ini. Mereka tidak menyepakati adanya konsep seleksi alam.

Bukan Seleksi Alam, Manusia Diseleksi oleh Hawa Nafsu

Sebagian kaum penentang teori evolusi Charles Darwin mengungkapkan bahwa manusia tidak diseleksi oleh alam, tetapi oleh hawa nafsunya sendiri. Ini sudah menjadi hukum alam. Bagaimana hawa nafsu bisa menyeleksi keberadaan manusia? Menurut kaum penentang, contohnya sudah ada dalam kitab suci di semua agama. Manusia dengan moral jongkok dan angkara murka perlahan-lahan akan disingkirkan karena kejahatannya sendiri. Ia tertimpa karma dari semua kejahatan yang telah dilakukannya. Menurut para penentang, inilah yang dimaksud seleksi alam yang sebenarnya, bukan karena mutasi atau apa pun yang tercantum dalam teori Darwin. Pemikiran idealis dari penentang ini tetap mendapat dukungan dari sebagian besar masyarakat dunia, khususnya para kaum agamawan.

Kera atau Monyet punya Jenisnya Sendiri

Jika manusia adalah bentuk evolusi dari kera atau monyet, mengapa sampai sekarang keberadaan kera dan monyet sendiri masih ada? Pertanyaan ini pun menjadi salah satu pertanyaan yang paling sering dilontarkan oleh penentang teori Darwin. Apa pun alasannya, mereka tetap menolak mengakui bahwa kera atau monyet adalah nenek moyang manusia. Dalam hal apa pun, manusia jelas lebih tinggi derajatnya dari makhluk apa pun di dunia ini.

Itulah tiga bentuk penolakan yang sering dilontarkan oleh para penentang teori Darwin. Bagaimana menurut Anda sendiri? Apakah Anda sepakat dengan Darwin atau sebaliknya? Apa pun jawabannya, setiap ilmuwan berhak mendapatkan apresiasi atas karyanya.

4 Fakta Menarik Charles Darwin saat Ekspedisi di Garis Pantai Amerika Selatan

Sebelum berhasil menemukan teori evolusi yang fenomenal hingga sekarang, Charles Darwin bersama kapal Beagle menyusuri garis pantai Amerika Selatan selama 5 tahun. Dari perjalanan tersebutlah Darwin menemukan banyak fosil makhluk hidup. Kemudian di menelitinya dan merangkum teori. Selama perjalanannya berlayar menyusuri Amerika Selatan, ia sering membaca buku karangan Charles Lyell, John Herschel, dan Alexander von Humboldt. Merekalah yang mempengaruhi karyanya. Selama ekspedisi ini, ternyata ada banyak fakta-fakta menarik yang belum banyak diketahui oleh masyarakat. Berikut adalah fakta menraik dari Charles Darwin saat melakukan ekspedisi bersama Kapal Beagle.

Tidak Mendapat Izin dari Sang Ayah
Kapten HMS Beagle, Robert FitzRoy, memilih Darwin untuk mendampingi ekspedisinya menyusuri Amerika Selatan. Akan tetapi, ayah Darwin, Robert Darwin, menolaknya. Robert Darwin beranggapan bahwa ekspedisi itu hanya pemborosan waktu saja. Akan tetapi, berkat bujukan dari Josiah Wedgwood II, akhirnya ayahnya menyetujuinya.

Menjadi Pendamping Kapten tanpa Dibayar
Berdasarkan rekomendasi dari Pendeta John Stevens Henslow, kapten Robert Fitzroy merekrut Darwin sebagai pendamping tanpa bayaran. Darwin langsung menyetujuinya karena ia punya tujuan lain untuk melakukan penelitian geologis di Amerika Selatan.

Rencana Ekspedisi Awal hanya 2 tahun
Rencananya, ekspedisi bersama HMS Beagle ini direncanakan hanya 2 tahun. Akan tetapi, karena berbagai kendala, ekspedisi ini baru selesai setelah 5 tahun perjalanannya menyusuri Amerika Selatan.

Sering Mabuk Laut
Meskipun sudah sering berlayar, Charles Darwin masih sering menderita penyakit mabuk laut. Hal ini terus dialaminya selama ekspedisi tersebut.

Itulah fakta-fakta unik yang dibuat oleh salah satu bettor http://www.bengkelbola.net selama Darwin berlayar bersama HMW Beagle. Mengabdikan diri sebagai seseorang yang selalu ingin tahu dengan dunia luar, terutama dunia geologis menuntut Darwin untuk pantang menyerah. Tentu ada banyak kendala selama ekspedisi tersebut, terutama karena kesehatan Darwin tidak sebagus orang pada umumnya. Ia dikenal sebagai orang yang sering sakit-sakitan, apalagi jika menanggapi banyak penentangan terkait teori barunya. Meski begitu, ia tak pernah menyerah. Sampai hari ini, terbukti teorinya memang sangat bermanfaat. Namanya pun masih dikenal hingga sekarang.

Lukisan Charles Darwin

Fakta Menarik Tentang Teori Evolusi Charles Darwin

Siapa yang tidak mengenal sosok ilmuan yang satu ini? Charles Darwin adalah seorang naturalis sekaligus pakar geologi dari Inggris yang namanya dikenal di seluruh Indonesia. Pelajar Indonesia sedikit banyak telah mengenal sosok ini. Melalui teori evolusi yang diciptakannya, Darwin berhasil mematenkan namanya di seluruh penjuru dunia. Bagaimana awal mula tercipta teori evolusi ini? berikut fakta menariknya.

Sebelum dikenal sebagai tokoh geologi, Darwin sebenarnya pernah menempuh pendidikan kedokteran di Universitas Edinburg. Akan tetapi, ia mengabaikan pendidikannya tersebut dan memilih menyelidiki invertebrata laut. Darwin memang sangat senang dengan ilmu-ilmu yang berkaitan dengan alam karena ia adalah seorang naturalis. Setelah itu, ia memulai pelayaran bersama Beagle selama 5 tahun untuk mengetahui asal usul alam semesta. HMS Beagle adalah sebuah kapal layar di dikepalai oleh Robert Fitzroy. Sang kapten sendiri awalnya berniat untuk membuat garis peta di sepanjang pantai Maerika Selatan. Bersama dengan sang kapten, Darwin jadi punya banyak kesempatan untuk mengembangkan kariernya sebagai seorang naturalis.

Sebelum ekspedisi berjalan, ayah Darwin, Robbert Darwin, sempat menentangnya karena dianggap sebagai pemborosan waktu. Namun, pada akhirnya Robert Darwin menyetujui ekspedisi tersebut dan berlayarlah ia ke garis Pantai Amerika. Perjalanan ekspedisi selama 5 tahun ini memberikan perubahan yang besar dan sangat dramatis, khususnya di bidang ilmu-ilmu alam.

Selama pelayaran tersebut, Darwin membaca buku karangan Charles Lyell berjudul Prinsip-Prinsip Geologi. Dalam buku tersebut dijelaskan bahwa penampilan geologis adalah akibat dari proses bertahap selama periode kehidupan yang panjang. Buku tersebut sedikit banyak mempengaruhi teorinya. Setelah sampai di daratan Amerika Selatan, Darwin menemukan fosil mamalia raksasa yang sudah punah. Ia meneliti dan mengidentifikasi setiap fosil yang ia temukan dan membandingkannya dengan yang ada di negara lain. Banyak hal yang telah terjadi selama ekspedisi, termasuk dilanda gempa saat melintasi Chili. Meski sudah cukup lama berlayar, Darwin juga masih sering mengalami mabuk laut. Darwin membuat banyak teori berharga yang sampai sekarang dijadikan sebagai dasar ilmu pengembangan.